Kamis, 29 Maret 2018

Alternatif Pembelajaran Siswa TK dengan gaya belajar Kinestetik

Kelompok A Tk Islam Plus e~SchooL
Rombel 1&2



Dengan perbandingan 2,5 : 1 siswa
laki-laki dan perempuan๐Ÿ˜˜

Banyakan siswa laki-laki dan smua kinestetik ๐Ÿ˜Ž
Jadilah pembelajaran yg memang menguras tenaga, dan harus siap kotor karena debu & keringat..

Beruntung, bunda-bunda org tua kami adalah mamah mamah jamanNow yg strong dan sangat peduli akan tiap perkembangan ananda, jd hanya "tersenyum" saat menjemput ananda dengan baju penuh keringat atau sedikit noda di badan๐Ÿ˜‰

Kali ini pembelajaran sederhana tapi penuh makna,
Ayo tebak, lagi asyik main apa ya?๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž

#sederhanapenuhmakna
#rumahbermainpenuhcinta
#eschooluntuksemuaanakIndonesia







Sekolah kami bukan gedung tinggi nan megah..
Tapi, hanya sebuah rumah bermain yg sederhana,
Tapi penuh cinta di dalamnya...๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Semangat berjuang bunda guru tuk mencerdaskan masa depan bangsa..

Semangat berjuang ayah bunda tuk mempersembahkan yg terbaik untuk ananda...

Dan, semangat berjuang anandaQ, 
Tuk menggapai cita-cita mu,
Para pemimpin Bangsa Indonesia 20-30 tahun yg akan datang ๐Ÿ˜˜

Masa depan Agama & Bangsa ini adalah manifestasi jejak langkah dan keringat mu menuntut ilmu hari ini...

Selasa, 27 Maret 2018

Tingkatkan prestasi siswa dengan berkebun???

Berkebun di sekolah memang menyenangkan, namun riset membuktikan bahwa kegiatan ini juga meningkatkan prestasi akademik.
Tahun lalu, sebuah studi di Amerika Serikat menemukan bahwa siswa yang aktif berkebun di sekolah mengalami kenaikan nilai sebanyak 12-15% di ujian matematika dan sains, serta perkembangan yang baik di keahlian membaca dan berbahasa. Menurut observasi para guru, perilaku dan disiplin siswa menjadi lebih baik sehingga kenakalan di kelas berkurang dan semakin sedikit siswa yang absen.
Di New Zealand, siswa Pillans Point School bersemangat untuk berkebun di sekolah. Kegiatan ini sudah dijalankan selama 2,5 tahun dan merupakan bagian dari riset mengenai pengaruh berkebun dalam pendidikan di South Island. Riset yang didanai Healthy Eating Healthy Action Nutrition Fund ini menemukan hasil bahwa adanya kebun di sekolah dapat membantu siswa tetap aktif, meningkatkan rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab.
Hasil riset menunjukkan bahwa banyak pelajaran yang bisa diambil dari berkebun dan sejalan dengan kompetisi utama dalam kurikulum, yaitu:
  • Matematika: Siswa mengukur luas taman, menghitung volume tanah dan menimbang hasil tanam.
  • Sains: Berkebun membantu siswa belajar tentang pertumbuhan tanaman, cuaca dan musim.
  • Bahasa: Siswa membaca tulisan yang ada di bungkus benih dan membuat catatan pertumbuhan tanaman.
  • Kemampuan Observasi: Menanam dan mengenali koneksi antara elemen berkebun dapat meningkatkan kemampuan observasi.
  • Ketrampilan hidup: Bekerja sama dan saling berbagi dapat meningkatkan komunikasi.
  • Kreativitas: Siswa dapat berperan serta dalam membentuk kebunnya sendiri.
Dalam implementasinya, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pembangunan kebun di sekolah. Antara lain, kurangnya waktu, kemampuan mengatur guru dan relawan serta akses ke pendanaan. Namun, hal ini dapat disiasati dengan manajemen yang baik dari pihak sekolah.
Sumber: http://www.stuff.co.nz/life-style/home-property/89224828/Gardening-does-it-make-kids-smarter

Pekan Raya Pinrang

Ayo mampir ke acara “Pekan Raya Pinrang 2018”
mulai tanggal 24-31 Maret 2018
Di Lapangan Bosowa Pinrang

Ada Pameran Multi produk, BUMN, UMKM, Sekolah, Workshop, Pesta Komunitas, kuliner, fashion, beragam lomba






Kami tunggu di tempat acara๐Ÿ˜

Juknis Lomba Apresiasi GTK Paud DIKMAs 2018

Semangat pagi guru-guru hebat Indonesia


Kali ini, kami akan men-share Juknis Apresiasi GTK PAUD DIKMAS 2018

Ayo ibu-ibu guru, khususnya pengelola KB/TPA/SPS ayo kita berkarya dalam tulisan,
Agar bisa menjadi alternatif inovasi tekan-teman yg lain....

Silahkan klik link berikut ya...

https://fauziep.com/download/rupa-rupa/pedoman-apresiasi-gtk-paud-dan-dikmas-2018/

#Selamat berkarya๐Ÿ˜Š